BebasUsai Ditahan Jihadis Mali, Relawan Prancis Jadi Muslim. وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ "Sesungguhnya Neraka Jahanam itu adalah tempat akhir yang dijanjikan untuk mereka semua.". Nabi SAW menerima wahyu tersebut sehingga menangislah beliau. Rasulullahpun sering mengungkap keutamaan shalat Subuh. Berikut lima sabda Rasulullah tentang shalat Subuh.

REPUBLIKA.CO.ID, Waktu Subuh adalah waktu yang paling baik untuk mendapatkan rahmat dan ridha Allah. Salahsatunya tentang lisan. Padahal, jika seseorang salah mengatur dan bertindak dengannya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam menyebut mereka sebagai orang yang paling jauh dari Allah Ta'ala. Hal ini didasarkan pada salah satu sabda imamnya para Nabi dan Rasul yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Imam al-Baihaqi. 0.56) (Ezr 2:63) (bis: Urim dan Tumim) Urim dan Tumim: Dua benda yang dipakai nabi untuk mengetahui kehendak Allah; kita tak tahu dengan tepat bagaimana cara pemakaiannya. Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam telah memberi wasiat kepada para sahabat agar mengambil Abdullah bin Mas'ud sebagai teladan, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Berpegangteguhlah pada kepada ilmu yang diberikan oleh ibnu ummi 'Abdin". Diwasiatkannya pula agar mencontoh bacaannya, dan mempelajari cara membaca Al Bukankahdi sana tinggal nabi Ahia! Dialah yang telah mengatakan tentang aku, bahwa aku akan menjadi raja atas bangsa ini. AYT (2018) Lalu, Yerobeam berkata kepada istrinya, "Berkemaslah sekarang dan menyamarlah supaya mereka tidak tahu bahwa kamu adalah istri Yerobeam, dan pergilah ke Silo. Lihatlah, Nabi Ahia ada di sana. NabiSaw. lalu menjawab: "Oh, Ya benar kalau begitu.". Dalam hadis ini, Nabi Saw. mengajarkan sebuah akhlak tentang pentingnya seorang yang menjenguk orang yang sedang sakit, atau mengetahui kabar orang yang sakit, untuk mendoakan yang baik. Memberikan optimisme. Dan tidak memberikan ungkapan-ungakapan yang buruk. Baca Solidaritas Palestina dan Tafsir Ayat Persaudaraan. Kitab al-Ja'fariyyat meriwayatkan dengan sanad dari Imam Ali a.s. bahwasanya Rasulullah Saw telah bersabda: "Siapa yang bangun di pagi hari dalam keadaan tidak peduli terhadap urusan kaum Muslimin maka dia bukan termasuk orang Muslim. SabdaRasulullah tentang palestina ini akan terjadi! Sabda Rasulullah Saw ini akan terjadi di palestina, Palestina adalah tanah umat muslim, dan palestina ak Allahberfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu"." (QS Ali Imran 81) Dengan demikian, umat Muslim harus mengusir Yahudi dari tanah Palestina, seperti ketika Allah SWT memerintahkan para pengikut Nabi Musa yang beriman kepada-Nya untuk mengusir mereka yang tidak beriman kepada Allah SWT. 4c3QfX. Dalam pidatonya di Yerusalem, Yahya Cholil Staquf menyerukan agar Palestina dan Israel berdamai. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A Jakarta, CNN Indonesia - Kunjungan Yahya Cholil Staquf ke Yerusalem menuai kecaman dan kemarahan dari kalangan pembela Palestina. Meski menyatakan lawatan itu tidak mewakili posisinya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, ataupun Nadhlatul Ulama dimana dia menjadi Sekjen. Sejumlah kalangan menyayangkan lawatan Yahya yang terjadi di saat Israel melibas demonstran Palestina di Jalur Gaza. Lebih dari 120 demonstran Palestina tewas dan lainnya pidatonya yang diterima Yahya Staquf menyatakan misinya, selain atas nama pribadi sebagai warga muslim, tapi juga menyerukan kepada Israel dan Palestina untuk menghentikan pidato Yahya di Yerusalem Saya mengucapkan terima kasih kepada ICFR Israel Council on Foreign relations yang telah mengundang saya untuk datang dan berbicara di forum ini. Saya terharu. Saya, seorang Muslim, dari negeri mayoritas Muslim terbesar, dari organisasi Islam terbesar. Di tengah atmosfer yang diwarnai ketegangan, bahkan permusuhan, kebencian dan dendam, Anda mengundang saya. Anda meminta saya untuk berbicara. Dan Anda siap mendengarkan. Saya terharu. Saya tidak melihat makna lain dari ini, selain bahwa Anda semua mempunyai niat baik. Anda tulus menginginkan jalan keluar dari kemelut ini. Anda percaya, atau sekurang-kurangnya ingin menguji kepercayaan Anda, pada harapan akan perdamaian. Dan masa depan yang lebih saya datang kesini bukan atas nama Indonesia, negeri asal saya, bukan pula atas nama Nahdlatul Ulama, organisasi tempat saya mengabdi. Saya datang atas nama kegelisahan dan kesedihan saya pribadi. Kegelisahan dan kesedihan yang tumbuh diatas kesaksian saya akan penderitaan orang-orang Palestina. Karena penderitaan mereka bukanlah milik mereka sendiri saja. Penderitaan mereka adalah juga kekalutan Bangsa-bangsa Arab dan kegalauan Dunia Islam. Dan pada saat yang sama, laksana gambaran di seberang cermin, penderitaan Palestina adalah juga keresahan Israel dan kegamangan Dunia Barat. Dan kini, setelah berpuluh-puluh tahun, semua itu hampir-hampir mengarah pada keputusasaan umat tidak tahu, apakah masih ada diantara kita yang menyaksikan sendiri, bagaimana semua ini dimulai. Yang jelas, kita semua adalah anak-anak dari sejarah yang penuh masalah troubles. Sejarah yang diwarnai curiga, kebencian, rasa sakit dan amarah. Sejarah yang bergulir diluar kendali kita. Rangkaian sebab-akibat dari tindakan-tindakan diluar keputusan kita. Sejarah yang mewariskan kepada kita permusuhan dan ikatan saling menyakiti seolah perjanjian takdir.[GambasFacebook]Izinkan saya bertanya apakah kita ingin meneruskan warisan yang sangat tidak nyaman ini kepada generasi mendatang? Apakah kita senang anak-cucu kita merasakan ketidakberuntungan dan sakit seperti yang kita hidupi sekarang?Sudah berapa lama kita menanggung sakit ini? Sejak puluhan tahun yang lalu? Ratusan tahun? Ribuan tahun?Kini Anda memperingati 70 tahun berdirinya Negara Israel. Baiklah. Sudah berapa banyak, sejak 70 tahun yang lalu itu, orang mencoba menghentikan kemelut ini? Kakek-nenek kita? Bapak-ibu kita? Orang-orang besar datang dan pergi. Melakukan tindakan-tindakan paling berani. Berjuang untuk saling mengalahkan atau mendamaikan. Dan hari ini, kita masih seperti saya, Kyai Haji Abdurrahman Wahid, enam belas tahun yang lalu menceritakan pandangan seseorang tentang upaya penyelesaian masalah Israel-Palestina, yang menurut guru saya sangat menarik compelling. Menurut orang itu, upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini hanya mempertimbangkan aspek-aspek politik dan militer, melibatkan hanya pemimpin-pemimpin politik dan militer, dan terbukti gagal. Maka patut dicoba untuk menambahkan unsur baru dalam upaya-upaya itu, yaitu unsur agama, dengan memberdayakan inspirasi-inspirasi agama dan melibatkan pemimpin-pemimpin REUTERS/Mohammed SalemKorban kekerasan di Jalur GazaGuru saya melihat gagasan itu sangat menarik. Tapi beliau juga melihat masalah besar, bahwa didalam setiap agama itu sendiri terdapat pertentangan-pertentangan pandangan, interpretasi, dan madzhab, bahkan pertentangan-pertentangan pula diantara para pemimpinnya. Maka gagasan itu kelihatan menarik sekali saat diucapkan, tapi pasti sulit sekali untuk Kedutaan Besar Israel di Washington, DC beberapa minggu yang lalu, seseorang meminta konfirmasi saya mengenai adanya ajaran-ajaran Islam yang mendorong permusuhan terhadap Yahudi. Saya tidak menjawab secara langsung pertanyaan itu. Saya katakan, saya ingin mencari jalan keluar. Dan kalau agama menghalangi jalan keluar, mari kita tinggalkan maksud saya menyarankan agar orang melepaskan diri dan membuang agama. Saya sendiri beriman kepada Tuhan dan rasul-rasulNya Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad dan semua lainnya. Iman yang saya pilih ketimbang nyawa saya. Tapi dogma-dogma adalah interpretasi. Jika suatu interpretasi agama tidak membantu kita memecahkan masalah, mari kita jelajahi interpretasi-interpretasi mangatakan bahwa obat apa pun tidak akan ada gunanya bagi penderita diabetes dan penyakit jantung, kecuali mereka mengubah gaya hidup dan pola makan. Al Qur'an mengatakan إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم"Sesungguhnya Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka".Jika ditengah perseteruan ini kita terus ngotot memandang pihak lain sebagai musuh, bagaimana mungkin kita mampu melihat peluang bagi perdamaian? Apa gunanya berbagi ini dan itu, menyepakati ini dan itu, mengatakan ini dan itu, jika kita tak pernah bersedia melepaskan cita-cita untuk membasmi lawan? Apakah kita akan terus bertarung sampai salah satu pihak musnah, walaupun harus selama-lamanya hidup dalam kesengsaran?Jika ingin menghentikan konflik, kita harus menghilangkan sebabnya. Kini setiap orang mengklaim bahwa sebab konflik ini adalah ketidakadilan. Maka masing-masing pihak menuntut keadilan. Tapi masing-masing punya perhitungannya sendiri-sendiri tentang apa yang adil dan apa yang tidak adil. Dan konflik pun terus berlangsung tanpa ada saya mengatakan sesuatu yang semua orang sudah tahu tapi entah kenapa enggan mengingatnya, apalagi melaksanakannya. Bahwa keadilan bukan hanya soal menuntut, tapi juga soal memberi. Maka keadilan tak mungkin terwujud tanpa kasih-sayang. Orang yang tidak bersedia memberikan kasih-sayang tidak mungkin mau mempersembahkan keadilan. Ini adalah ruh agama. Inilah ruh Anda melihat kini, bahwa akar konflik ini bukan lagi ketidakadilan, tapi permusuhan. Kebencian kepada pihak lain akan senantiasa mendorong Anda untuk berbuat tidak adil kepada mereka dan menyakiti REUTERS/Ammar AwadRamadan di YerusalemApakah hilangnya permusuhan tergantung pada kepuasan semua pihak akan keadilan? Bagaimana mungkin? Sedangkan masing-masing punya perhitungan yang berbeda tentang keadilan dan bersikukuh dengan keinginan untuk saling menghancurkan?Tidak. Hilangnya permusuhan adalah soal pilihan. Apakah kita memilih dendam atau memaafkan? Apakah kita memilih kebencian atau kasih-sayang? Apakah kita memilih bertarung hingga musnah atau berdamai dan bekerja sama?Jelas bahwa pilihan-pilihan yang menjadi syarat bagi perdamaian bukanlah pilihan-pilihan yang mudah. Tapi selama kita tidak mengubah pilihan dari yang selama ini kita jalani, tidak akan ada jalan keluar sama sekali.[GambasVideo CNN]O, Palestina, dapatkah engkau mengistirahatkan jiwamu dari kemarahan dan dendam? O, Israel, dapatkah engkau menunda keresahanmu tentang rasa tak aman? O, Arab, dapatkah engkau merelakan ruang untuk berbagi? O, kaum Muslimin dan Yahudi, dapatkan kalian meletakan rasa saling curiga dan membangun masa depan bersama dengan ruh iman? O, Dunia! Dapatkah kalian membuat jeda dari perebutan kuasa dan sumberdaya-sumberdaya untuk perduli pada manusia? Manusia dengan darah dan daging seperti dirimu? Manusia dengan hati dan jiwa seperti milikmu? Manusia dengan orang-orang yang disayangi seperti engkau dengan kekasih-kekasihmu?إلى الله المشتكى وهو المستعان ولا حول ولا قوة إلا يالله العلي العظيمTuhanlah tempat mengadu dan Tuhanlah tempat memohon pertolongan dan tiada daya dan kekuatan selain dengan pertolonganNya. nat/nat Jakarta ANTARA News - Palestina adalah tanah yang diberkahi. Umat Islam meyakini bahwa Allah Yang Maha Suci telah menjadikan Palestina sebagai tempat turunnya risalah kenabian. Tujuan hijrah perpindahan para Nabi Allah, kiblat pertama Muslim dan titik keberangkatan perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebelum bertolak ke langit pada sekitar tahun 621 Masehi. Peristiwa yang terakhir bahkan tertulis dalam kitab suci Umat Islam, Al Quran yang agung, dalam surat Al-Isra ayat 1. Baitul Maqdis yang berada di Yerusalem merupakan saksi keberangkatan Nabi Muhammad SAW menghadap Allah Yang Maha Agung, karenanya menjadi satu dari tiga kota suci Umat Islam setelah Mekkah dan Madinah. Ketika ajaran Islam mulai disyiarkan oleh Nabi Muhammad Shallahu alaihi wassalam wahyu pertama diturunkan pada sekitar 611 M, Palestina berada di bawah kekuasaan imperium paganisme Romawi. Sesuai dengan misi Islam, Palestina, yang kala itu menjadi bagian negeri Syam kini merupakan Suriah, Palestina, Jordania dan Lebanon, kemudian dibebaskan dari kezaliman penguasa Romawi pada masa ke-Khalifahan Umar bin Khattab 634-644 M dan selanjutnya berada dalam naungan kepemimpinan Islam selama 460 tahun. Karen Amstrong dalam bukunya yang terbit pada 2001 berjudul "Holy War The Crusades and Their Impact on Todays World" atau "Perang Suci Perang Salib dan Dampaknya Pada Dunia Masa Kini" menulis bahwa selama Palestina di bawah penerapan hukum-hukum Islam, ketiga pemeluk agama, Islam, Nasrani dan Yahudi hidup berdampingan dalam kedamaian dan kesejahteraan. Pada Juli 1099, suasana tersebut terusik oleh pasukan tentara Salib dari Eropa yang tiba di Yerusalem dan membantai orang Yahudi dan Islam secara biadab. Kunci gerbang Palestina kemudian berpindah ke tangan Panglima pasukan jihad Salahuddin Al-Ayubi yang membebaskan Palestina dari cengkeraman penguasa Eropa pada 1187, dan mengembalikan wilayah tersebut di bawah kepemimpinan Islam. Protes Palestina kini adalah palagan Umat Islam melawan penjajah Zionis Israel. Tanah yang damai dan makmur pada masa ke-Khilafahan Islam selama berabad-abad porak poranda oleh serangan bersenjata tentara Zionis Yahudi yang membunuh tidak hanya pasukan bersenjata tapi juga anak-anak, perempuan dan orang tua bangsa Palestina yang lemah. Isu penjajahan atas Palestina telah lama tiba di meja perundingan Perserikatan Bangsa Bangsa dan para pemimpin negara kuat, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis. Seluruh negosiasi, kesepakatan dan solusi dua negara untuk menghentikan kekerasan di Palestina dimentahkan oleh penjajah Israel dengan serangan militernya atas warga sipil Palestina yang hingga kini terus berlangsung, serta perampasan dua wilayah Palestina, Tepi Barat dan Yerusalem Timur untuk pembangunan permukiman ilegal. Bagi Presiden Iran Hassan Rouhani tak ada jalan lain bagi rakyat Palestina untuk merebut Tanah Air dan kemerdekaan mereka selain terus menggencarkan "intifada" perlawanan terhadap penjajah Israel. "Rakyat Palestina harus bersatu karena itulah satu-satunya cara untuk menunjukKan resistensi mereka," kata Rouhani, pada sesi penutupan Konferensi Internasional ke-6 untuk Mendukung Intifada Palestina yang berlangsung 21-22 Februari, di Teheran, Iran. Menurut Presiden Rouhani, para orang tua Palestina harus mengajarkan anak-anak mereka tentang sejarah bahwa Palestina adalah Tanah Air mereka. Pernyataan perlawanan terhadap Zionis Israel juga diserukan oleh Pemimpin Besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang mempertanyakan semua upaya perundingan damai dan diplomasi yang sudah puluhan tahun dilakukan tanpa hasil. Sementara itu, Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Beri dengan tegas menyatakan bahwa solusi dua negara adalah dusta Israel karena kenyataannya Israel terus merampas tanah milik rakyat Palestina. Pernyataan itu dikuatkan oleh Syech Naim Kasim, tokoh pemimpin Hizbullah, yang menyerukan perlawanan bersenjata terhadap Israel. Seluruh ketua delegasi dari 80 negara yang menghadiri konferensi di Teheran itu menyuarakan protes keras atas pembangunan permukiman ilegal Yahudi di atas tanah penduduk Palestina di Tepi Barat dan Yerusaalem Timur. Mereka juga mengutuk legalisasi permukiman ilegal oleh Parlemen Israel. Protes dan kritik keras atas gagasan solusi dua negara juga disuarakan oleh pihak Palestina. Ketua Parlemen Palestina, Salim Janun menegaskan perlunya perlawanan berlanjut terhadap Zionis Israel untuk mendapatkan kembali hak-hak bangsa Palestina yan selama ini dirampas oleh penjajah Palestinia. Pernyataan ini juga diamini oleh Wakil Faksi Hamas dan Jihad Islam yang hadir dalam konferensi tersebut. Kepemimpinan Islam Tanah Palestina pernah jatuh dalam kekuasaan yang lalim, dan diselamatkan oleh pasukan Muslim di bawah kepemimpinan Islam yang kuat dan berdaulat. Menurut Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Iffah Ainur Rochmah mengerahkan kekuatan militer dan menegakkan kepemimpinan atau Imamah Islam merupakan tindakan nyata yang dibutuhkan oleh Umat Islam untuk memerdekakan Palestina dari penjajahan Zionis. "Otoritas Palestina sekarang ini tidak mungkin melawan kecanggihan senjata Israel dan aksi brutal mereka serta manuver politik mereka dengan negara-negara kuat di dunia karena bangsa Palestina sesungguhnya belum merdeka dan berdaulat," ujar dia seraya menambahkan bahwa kepemimpinan Islam memiliki kekuatan yang dapat mengenyahkan entitas Zionis Israel. Dia menegaskan bahwa penyelesaian konflik di tanah suci Umat Islam itu dengan mendirikan dua negara bukan jalan kemenangan bagi bangsa Palestina. "Sejak awal Hizbut Tahrir menolak solusi dua negara karena dengan demikian kita juga harus mengakui Israel sebagai negara, padahal mereka telah merampas tanah Palestina dan membantai rakyat Palestina," tegasnya. Dia menerangkan bahwa kepemimpinan Islam, yang dalam khazanah Islam dikenal dengan Khilafah Islamiyah, memiliki kekuatan politik dan militer sekaligus untuk mengemban misi penerapan syariat Islam agar rahmat bagi seluruh alam semesta dapat terwujud. Pembebasan Palestina dari kekuasaan yang bengis ke dalam kepemimpinan yang adil terjadi ribuan tahun yang lalu, sementara penjajahan Zionis Yahudi atas warga sipil yang tidak berdaya masih terjadi di Palestina, bahkan di saat perjuangan hak-hak asasi manusia menjadi kampanye global. Maka, tak salah jika Umat Islam kini menanti pembebasan Palestina oleh kekuatan kepemimpinan Islam karena itulah yang telah terbukti berhasil membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi rakyat Palestina selama ribuan tahun, namun sayangnya belum pernah diupayakan di zaman moderen Bambang PurwantoEditor Aditia Maruli Radja COPYRIGHT © ANTARA 2017 Allah SWT telah menetapkan keberkahan-Nya atas Palestina. Sebagaimana diketahui, negeri atau kota lain yang juga diberkahi Allah SWT adalah Makkah dan Madinah. Ada pula yang menambahkan dengan Syam Suriah sekarang dan Mesir. Menurut para ulama, penyebutan Masjid Al Aqsa dan daerah sekitarnya di sekelilingnya itu sebagai negeri yang diberkahi, karena di daerah tersebut diutus oleh Allah sejumlah rasul-Nya untuk berdakwah di negeri dan sebagian menetap tersebut. Di antaranya, Nabi Ibrahim, Ishak, Luth, Ya’kub, Musa, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, hingga Isa AS. Karena itu, keberadaan Palestina sebagai suatu negeri yang diberkahi, tak perlu dibantah lagi. Sebab, dalam beberapa keterangan ayat Alquran, Allah SWT telah menyebutkan berkali-kali akan kemuliaan dan keberkahan Palestina tersebut. Di antaranya, surat Al A’raaf [7] 137, Al Israa` [17] 1, Al Anbiyaa` [21] 71 dan 81. ’Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.’’ QS Al Anbiyaa` [21] 71. ’Dan telah Kami tundukkan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.’’ QS Al Anbiyaa` [21] 81. Penuh berkah Ibnu Abbas menyebutkan, yang dimaksud dengan Kami berkahi sekelilingnya’ dalam surat Al Israa [17] ayat 1 itu adalah bumi Palestina dan Urdun Yordania. Abul Qasim As Suhaily menyebutkan, bumi yang diberkahi tersebut adalah Syam yang meliputi Yordania, Suriah, Lebanon, dan Palestina. Imam Asy-Syaukany menjelaskan bahwa negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya adalah negeri Syam Yordania, Suriah, Lebanon, Palestina dan Mesir. Dalam surat Saba [34] ayat 18, dijelaskan; ’Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkah kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.’’ QS Saba [34] 18. Para ahli tafsir mufassirin menjelaskan, yang dimaksud ke negeri yang Kami telah memberkatinya’ yakni negeri Syam Yordania, Suriah, Lebanon, Palestina daerah Kerajaan Nabi Sulaiman AS. Sedangkan maksud beberapa negeri yang berdekatan’ Adna al-Ardli adalah daerah-daerah antara Syam dan Yaman. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW pernah berdoa untuk keberkahan negeri Syam Yordania, Syria, Libanon, Palestina dan negeri Yaman. ’Ya Allah, berikanlah keberkahan bagi kami, negeri Syam dan Yaman.’’ Thursina Menurut sebagian ulama, hal lain yang menyebabkan Palestina disebut sebagai negeri yang diberkahi, karena disinilah Allah menyelamatkan Nabi Musa dari kejaran Firaun setelah menyeberangi Laut Merah, dan saat ia menerima wahyu dari Allah SWT. ’Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.’’QS Al A’raaf [7] 137. ’Maka, tatkala Musa sampai ke tempat api, diserulah Dia arah pinggir lembah yang sebelah kanan-nya pada tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu. Al Qashash [28] 30. Keterangan diperkuat lagi dengan ayat 6 surah An- Nazi`at [79] dan surat Al Maidah [5] ayat 21. ’Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Thuwa.’’ An-Nazi`at [79] 6. ’Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci Palestina yang telah ditentukan Allah bagimu.’’ Al Maidah [5] 21. Lembah suci itu, menurut Sami bin Abdullah al- Maghluts, dalam bukunya Athlas Tarikh Al-Anbiyaa wa ar-Rusul, hanya ada dua, yaitu Makkah dan Palestina. Bahkan, ketika mengomentari surat At Tiin [95] 1-3, para ulama banyak yang menyebutkan, sesungguhnya bukit Thursina, tempat Musa menerima wahyu, adalah di lembah suci yang ada di Palestina. Menurut Syekh Shalahuddin Ibrahim Abu Arafah, seorang ulama asal Palestina, bukit Thursina adalah tempat yang diberkahi. Dan, tempat yang diberkahi itu adalah Palestina sebagaimana surat Al-Isra` [17] ayat 1 yang menceritakan peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sami menambahkan, yang dimaksud dalam surat At Tiin [95] itu adalah Thursina, bukit yang ada di Baitul Maqdis dan al-Balad al-Amin adalah Makkah. Berikut argumentasinya. Allah berfirman, Dan, pohon kayu yang keluar dari Thursina pohon zaitun yang menghasilkan minyak dan menjadi makanan bagi orang-orang yang makan. Al- Mu’minun [23] 20. Ayat ini, kata Sami, mengikat dan menghimpun dengan kuat antara Thursina’ dan hasil bumi serta tumbuh-tumbuhan penghasil minyak bagi orang yang makan. Karena itu, ia membantah bila Sinai Mesir sebagai Thursina yang selama ini banyak dipercayai masyarakat, termasuk umat Islam. Ia menyatakan, di Sinai Mesir tidak ada pohon zaitun yang mampu menghasilkan buah, apalagi mengeluarkan minyak. Menurut Sami, ayat 20 surah Al-Mu’minun [23] dan ayat 1-3 surah At-Tiin itu justru merujuk pada tanah suci di Palestina. Di Palestina, jelas dia, terdapat banyak pohon zaitun yang terus berproduksi di sepanjang tahun sehingga penduduk di sekitar Baitul Maqdis menamakannya dengan Bukit Zaitun dan Allah SWT telah berseru kepada Musa di tempat yang diberkahi di sisi bukit. sumber Harian RepublikaBACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini